Tuesday, August 6, 2013
Monday, August 5, 2013
Inginku di Pagi Ini
Crabby, pengen banget sms dia. Tapi, takut gak dibaca lagi. Jangankan dibalas. Baca aja engga :" hihi berubahnamo.. :(
Sunday, August 4, 2013
Diaku
Crabby, lagi aku datang. Yap, i'm not feeling well. Lagu Jason Mraz di kompas TV mengingatkan saja. Harusnya sih senang, itu memory yang menyenangkan. Tapi, sekarang agak pahit. Bukan hambar. See? Terlalu cepat mempercayakan hati pada orang lain. This what i got. Sejak awal kuliah sudah sepakat untuk mempercayakan hatiku padanya (entah siapa) ketika sudah di dunia kerja at least sarjana deh. Tapi, ternyata pertahanan diri goyah. Seseorang datang menawarkan dirinya dalam komitmen untuk dipantaskan dulu. Dia lain. Awalnya ku pikir hubungan ini tak akan seperti hubungan-hubungan lain. Dia menawarkan komitmen, bukan mengajak pacaran. Wow! Dulu aku sepakat, ini jauh lebih dewasa. Awalnya aku ingin biasa saja. Biarkan waktu yang membawa semuanya ke tujuan kami. Sampai akhirnya, ternyata yang ku lihat adalah hubungan yang juga seperti pacaran. Bedanya kita tak mengakui itu pacaran. Dan ternyata aku menikmatinya, hanyut di dalamnya. Hingga yang ku dapati kini aku mengharapkannya selalu ada. Tapi, di saat aku telah terbiasa, dia menawarkan kebiasaan yang lain. Terlambat! Ini menyakitiku! Dan ini sulit! Saat aku mulai percaya dan beriringan dengan kebiasaan yang dia bangun, tiba-tiba hilang! Wuuussshhh.. Dimana bisa ku dapati diaku yang dulu? Harus berbalik atau menunggu?
Oh ternyata ketika berbalik yang ku temukan hanya kenangan. Menunggu? Ini yang paling mungkin. Tapi peluang menyakitinya juga besar. Diaku yang dulu entah kemana.. Tertelan dengan "sibuk"nya. Dan lagi, aku harus mengertinya! Tidak letih. Tidak capek. Tidak akan menyerah. Sejak awal aku sudah percaya, dia orang baik.
Tapi, tak bisakah jika dia berbalik sedikit saja untuk melihatku? Untuk sekedar mengerti dan melihat yang telah dia tinggal di belakang?
Diaku yang dulu.. Aku paham betul maksudmu. Tapi, sayangnya kau tak paham maksudku. :( bukan frekuensi yang aku minta, Sayang. Bukankah dulu kau pernah katakan di tengah sibukmu bahwa aku juga tanggung jawabmu? Semoga kamu tidak lupa, Sayang. Aku merindukanmu.
Setiaku. Aku selalu menjunjung tinggi ini. Menunjukkan pada mereka, aku telah mempercayakan hatiku pada seseorangku. Aku tidak berpacaran. Aku berkekesih. Apa kamu juga begitu?
Aku selalu mengingatmu. Mengkhawatirkanmu. Apa kamu juga begitu?
Aku menginginkanmu hari ini, besok, dan seterusnya. Apa kamu juga begitu?
Namamu tak henti ku mohonkan yang terbaik pada Tuhanku.
Juga untuk hubungan yang entah harus ku sebut apa hubungan ini.
Crabby, apa aku salah?
Saturday, August 3, 2013
Blue Blue oh Blue :(
Crabby :"( sekarang berserah aja sama Allah. Manusia bisa berpendapat, tapi Allah yang menentukan. Semoga diagnosa dokternya salah. Aku masih pengen menyelaaaam masih pengen mendakiiiiiiiiiiiii ya Allah.. Dan obat-obatnya? Come to mama :( :( :( ya Allah jangan kendurkan semangat dan niat minum obatku! Hap hap hap!!!
Tanggal 4 yang ke 5 untuk 299 hari yang telah dilalui.. Aku merindukanmu! :)
Crabby, merasa tak diinginkan itu gak enak. Dan menghindarinya pun sulit. Ckck kenapa harus basah lagi mata ini? Sudah ku coba mengabaikan, tapi tetap terasa sakitnya. Semudahnya saja dari "Seperti ada yang hilang tanpa selenting kabarmu" berubah makna menjadi "Santai saja, Sayang" lucu ya tapi nyakitin hihi.. Tapi, yang dulunya dia menyenangkan. Tidak pernah terlintas untuk berhenti dan menyerah. Hanya butuh kekuatan yang lebih untuk bisa sabar dan setia menunggu sampai dia berbalik untuk melihatku lagi. Tuhan memang Maha membolak-balikkan hati manusia, tapi jika memang harus ada yang dibolak-balik tolong lakukan di impasnya kami. Dan jangan sepihak.
Haha tidak bisa ku bedakan yang mana yang mencintai dengan santai, karena memang aku tak mengenal itu. Atau bisa kita bangun kesepahaman dulu tentang makna "santai" itu?
Entah aku yang tak mengerti, atau yang ku katakan tak cukup jelas baginya? Entahlah.
Dan sudah jelas tidak mungkin aku lebih mencintainya daripada Tuhanku, sementara kekagumanku padanya berawal dari ku lihat dia begitu mencintai Tuhanku. Mustahil pula jika harus membandingkan perasaanku padanya dengan Tuhanku. Berbeda ranah dan rasa! Itu jelas!
Hanya saja, ada yang hilang rasanya. Perasaan itu yang menyakitkan. Hihi
Tidak pernah membayangkan hubungan ini jadi seperti ini. Atau ekspektasiku yang "ketinggian"? Hingga jika aku harus terjatuh maka harus sangat sakit rasanya?
Mengatasnamakan santai atas bosannya mungkin. Ah kan lagi-lagi berpikirki seperti itu. Tapi bagaimana, seperti itu yang terlihat. Aduhh.. Komitmen kita jaaaaauuuuuh lebih berharga daripada egoku yang kadang meraja.
Sekarang tanggal 4 ke 5 sejak hari itu. Hari ke 153 sejak dia menawariku komitmen ini. Dan hari ke 299 sejak aku melihatnya di Bandara! Ah aku merindukannya. Sangaaaat sangaaaaaat merindukannya!
Wednesday, July 31, 2013
Sebisanya
Sekarang aku mulai bisa tersenyum mendapati ponselku tanpa balasan smsnya. Mungkin karena sudah kebal kecewa. Entah apa yang mendorongku untuk tetap bertahan dan percaya sementara aku tahu dia tidak lagi seperti dulu, sikap dan sifatnya yang membuatku dengan mudahnya mempercayakan hatiku telah berubah. Katanya malas membalas sms. Bagaimana seandainya aku juga menyama-malaskan membalas sms orang-orang dengan sms darinya? Haha tapi aku masih sangan bersemangat mendapati kabarnya, tapi entah dianya bagaimana. Dan bagaimana jika aku lebih dulu memberi tahu followersku di Twitter daripada mengabarinya? Ah mungkin baginya tidak apa-apa. Atau apa aku sudah bisa menerimanya apa adanya? Entahlah. Aku masih percaya dan hanya ingin bertahan. Ini tidak mudah. Aku membutuhkannya seperti bagaimana dulu ada yang hilang jika tanpa kabarnya. sekarang pertanyaannya, apakah dia masih membutuhkanku seperti katanya dulu? Bahkan sulit bagiku untuk menyesuaikan diri dengan dia yang sekarang. Tapi, akan aku coba. Lagian kuliah sebentar lagi. Diklat FDC dan proker himpunan menantiku!
Subscribe to:
Posts (Atom)