Tuesday, February 4, 2014

Dear You, Pacar!

Aku keliru.. Kekecewaanku atas ekspektasi hubunganku kini membuatku selalu mencari cerita lalu.. Ternyata, kisah lalu ku jadikan pelampiasan kekecewaanku. Pada akhirnya aku disadarkan, bahwa sangat perlu untuk bersyukur, aku mencintaimu. Aku mulai mencintaimu, Kak. Bisakah kau juga melakukan hal yang sama? Aku hanya ingin bahagia bersamamu. Harapanku besar bersamamu. Cepat pulang, aku merindukanmu.

Tuesday, January 7, 2014

Jeleeeeeek, aku kangen! Sesulit ini :(
Kenangan kita memang tidak banyak, tapi terlalu dalam. Aku merindukanmu, Mas..

Sunday, November 17, 2013

Pesan singkat itu.. Terbaca biasa saja.. Tapi menyisakan kesan mendalam..
Bisa jadi yang terakhir.. Sekarang hanya bisa menyimpanmu dalam kenangan. Mengenalmu menyenangkan.. Sebisaku biasa saja.. Semoga tak terkesan berlebihan. Doa tulus dari hati terdalam, semoga bahagia, kesehatan, dan lindungan Tuhan selalu besertamu.
Mencintaimu entah sampai kapan..

Monday, October 28, 2013

Sejauh ini menyakiti. Saya rasa dia tidak sebodoh itu, saya tahu dia sangat paham. Tapi, tetap saja tingkahnya di Path malah bikin jengkel. Tidak suka! Lupa kah? Awalnya kau yang mendekatiku? Ku sesalkan karena harus berakhir seperti ini. Padahal kita bisa berteman, awalnya kita memang hanya berteman. Atau seperti pengakuanmu pada sahabatku, "kita hanya berteman baik". Cara tepat melukai perempuan! Lalu kenapa harus sekaku ini kalo memang dulu kita tidak ada apa2? Sebisaku mencoba biasa saja, memperlakukanmu sebagai temanku, bahkan setelah kau menyakiti. Tapi seperti ini jadinya, mungkin memang lebih bain kalo kita tidak saling melihat.

Friday, October 25, 2013

Ternyata sesulit ini melupakan. Andai bisa  semudah kau melakukannya padaku. Tapi ternyata jatuhku terlalu dalam. Terlalu dalam sampai kesulitan kembali ke permukaan.

Sunday, October 13, 2013

The End.
Bagaimana bisa menganggap seperti belum mengenalmu, kau saja masih ingat teman-temanku. Tolong beri isyarat jika tak mampu lewat kata.