Sunday, November 17, 2013

Pesan singkat itu.. Terbaca biasa saja.. Tapi menyisakan kesan mendalam..
Bisa jadi yang terakhir.. Sekarang hanya bisa menyimpanmu dalam kenangan. Mengenalmu menyenangkan.. Sebisaku biasa saja.. Semoga tak terkesan berlebihan. Doa tulus dari hati terdalam, semoga bahagia, kesehatan, dan lindungan Tuhan selalu besertamu.
Mencintaimu entah sampai kapan..

Monday, October 28, 2013

Sejauh ini menyakiti. Saya rasa dia tidak sebodoh itu, saya tahu dia sangat paham. Tapi, tetap saja tingkahnya di Path malah bikin jengkel. Tidak suka! Lupa kah? Awalnya kau yang mendekatiku? Ku sesalkan karena harus berakhir seperti ini. Padahal kita bisa berteman, awalnya kita memang hanya berteman. Atau seperti pengakuanmu pada sahabatku, "kita hanya berteman baik". Cara tepat melukai perempuan! Lalu kenapa harus sekaku ini kalo memang dulu kita tidak ada apa2? Sebisaku mencoba biasa saja, memperlakukanmu sebagai temanku, bahkan setelah kau menyakiti. Tapi seperti ini jadinya, mungkin memang lebih bain kalo kita tidak saling melihat.

Friday, October 25, 2013

Ternyata sesulit ini melupakan. Andai bisa  semudah kau melakukannya padaku. Tapi ternyata jatuhku terlalu dalam. Terlalu dalam sampai kesulitan kembali ke permukaan.

Sunday, October 13, 2013

The End.
Bagaimana bisa menganggap seperti belum mengenalmu, kau saja masih ingat teman-temanku. Tolong beri isyarat jika tak mampu lewat kata.
Bagaimana bisa menganggap seperti belum mengenalmu, kau saja masih ingat teman-temanku. Tolong beri isyarat jika tak mampu lewat kata.

A Goodbye

Karena dengan masih melihatmu, sulit bagiku melupakan. Kau terlalu indah. Lebih mudah bagiku jika tidak melihatmu dimana-mana. Twitter, facebook, path, dan semua akun jejaring sosialku yang masih melihatmu. Semoga di kehidupan selanjutnya kita ditakdirkan bersama ya, Mas. Dan kau akan mencintaiku sebesar aku (pernah) mencintaimu.
Terima kasih untuk setahun mengenalmu. Setahun yang benar-benar banyak memberikan pelajaran. Semoga kau juga pernah sebahagia aku kemarin.