Sunday, October 5, 2014

Cinta Sejatinya Element

Aku mengutip sebuah lirik lagu dari Element, menurutku ada benarnya
"Cinta sejati yang bisa, memberi tanpa harus menerima.
Cinta sejati yang bisa, bertahan tanpa mengenal waktu." 
Aku perlu lebih bersabar lagi. Aku mencintaimu. Dengan berharap suatu hari nanti aku akan terbisa dengan caramu, atau kau yang akan terbiasa dengan caraku. Bukannya dalam suatu hubungan memang harus saling melengkapi? Aku akan berusaha sekuatku untuk melengkapimu. Demi Tuhan, aku ingin bahagia bersamamu, Kak. Aku bersyukur ada kau di hidupku. Maafkan aku yang sebelumnya terlalu banyak mau dan ingin. Mulai sekarang aku akan belajar menghargai apapun itu.
 

Saturday, October 4, 2014

Yang Tidak Sampai

Aku tak cukup penting bagimu. Itu bedanya kita, aku yang selalu menganggapmu terpenting, sementara kamu yang tidak bisa menghargai. Entah dengan cara apa lagi, berkali kesempatan telah ku beri, tapi sepertinya memang benar-benar tak penting bagimu.
Aku berada pada titik lelahku, Kak. Aku berada pada lelahku bertahan, dan ketakutanku tanpa kamu di hari-hariku lagi. Ironis kan? Aku dengan kegamangan hatiku, dengan harapan yang perlahan menipis agar kau bisa melihatku, aku hampir menyerah. Tapi, entah apa yang membuatku bertahan sejauh ini. Separuh waktu hubungan kita telah kau lalui dengan kebohonganmu, yang seperti melihatku tapi ternyata bukan aku.
Ada beban besar di dadaku, ingin sekali ku tumpahkan, agar kau tahu! Agar kau mengerti. Aku sebesar ini mencintaimu. Menomor sekiankan kebahagiaanku, walau sebagian besar kebahagiaanku adalah berada di samping kamu dan kamu tidak demikian. Walau aku tahu, saat ini kau menyayangiku dengan sungguh, hanya saja cara kita berbeda.
Aku lelah, sungguh. Mungkin butuh waktu, agar aku bisa menerima semua perbedaan ini. Aku takut kehilanganmu.

Friday, October 3, 2014

Harusnya..

Harusnya aku tak pernah mengharapkan orang lain yang membahagiakanku. Harisnya aku bisa bahagia dan mengandalkan diriku sendiri. Harusnya memang tak pernah aku gantungkan harapan pada orang yang selalu memberi kecewa. Harusnya tak pernah aku prioritaskan orang yang tak pernah melihatku. Bahkan oh Tuhan ini sakit sekali.. Harusnya memang aku bisa membahagiakan diriku sendiri dan tidak berharap orang lain melakukannya untukku. Termasuk kau! 

Thursday, October 2, 2014

Mungkin begitu caramu mencintai. Kaku. Aku mencintaimu dengan caraku, kau mencintaiku dengan caramu. Beginilah kisah kita. Semoga kita selalu bisa saling melengkapi.

Kapan?

Sesekali aku ingin mengabaikanmu. Tapi aku tak mampu. Kadang aku ingin berhenti mengharapkanmu, tapi hatiku selalu menolak. Sayangnya, aku telah memberikan sepenuhnya hatiku untukmu, seutuhnya kau lah penyebab sedih dan bahagiaku. Tapi, kapan kau bisa menyadarinya? 

Wednesday, October 1, 2014

Apa Kau Pernah?

Terkadang aku bertanya sendiri, apa benar kau mencintaiku sebesar aku mencintaimu? Katanya, kita tak bisa tanpa kabar orang yang kita cintai lebih dari tiga jam. Kamu kemana? Selalu saja aku yang mencarimu. Apa kamu pernah mencari aku?
Aku sangat merindukanmu jika sehari saja tak bertemu denganmu. Apa kau pernah merindukanku?
Aku sangat khawatir jika tak ada kabar darimu. Apa kau pernah mengkhawatirkanku?
Aku tak suka sehari saja tanpa mu. Apa kau pernah takut kehilanganku?
Apa kau pernah? Apa kau pernah?

Monday, September 22, 2014

Tentang Aku yang Ingin Bercerita

Sekarang keadaannya sudah jauh berbeda. Sudah hampir 2 tahun sejak pertama kali aku mengenalmy. Setahun kisah itu pernah terangkai indah dalam jarak dan kesabaran. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk menyerah mengertimu, menyerah bersabar untukmu, dan menyerah karena terlalu lelah dengan jarak dan komunikasi yang semakin jarang karena kesibukanmu, kesibukan kita masing-masing.
Apa kabar kamu yang telah ku simpan rapat-rapat dalam kotak pengabaian abadi? Saat ini aku sedang sangat ingin bercerita. Entah yang ku rasa bisa mengerti aku hanyalah kamu dan blog ini. Kau tahu? Setelah kau memutuskan untuk pergi, aku telah mencintai seseorang melebihi aku pernah mencintaimu dulu. Dia baik, dia selalu ada, dia selalu mengerti, dan dia selalu sabar menghadapiku. Tapi, kau tahu? Semua hal positive itu menjadi sebuah pertanyaan besar saat ini setelah pengakuannya bahwa dia pernah tidak mencintaiku selama hampir 5 bulan di awal hubungan kami. Dia memilih mengabaikan pesanku dan lebih memilih vcall bersama perempuan yang telah meninggalkannya sama persis seperti kau meninggalkanku dulu. Saat dia jujur tentang kejahatannya dulu, hatiku terasa jauh lebih hancur daripada ketika kau meninggalkanku dulu. Bukan main, 5 bulan aku dibohonginya, menjadi perempuan tolol yang menghamba pada kebohongannya. Tapi, kau tahu? Mungkin ini yang dinamakan cinta? Hatiku yang hancur berhasil aku utuhkan untuknya, untuk mencintainya tanpa kurang. Aku memaafkannya. Hanya saja, saat ini ingatan tentang kejujurannya waktu itu selalu menggangguku. Entah, aku hanya merasa terganggu!! Aku tidak suka perasaan ini. Aku mencintainya, setulusnya. Apakah menurutmu saat ini dia juga mencintaiku? Atau mencintaiku lebih besar daripada cintanya pada perempuan yang meninggalkannya dulu sama seperti aku lebih mencintainya daripada kau yang meninggalkanku dulu?
Entah kau masih mengunjungi blog ini atau sudah melupakannya, tapi ketika kau membaca ini, aku ingin kau tahu, aku bahagia dengan hidupku saat ini bersama seseorang yang (mungkin) mencintaiku sebesar aku mencintainya. Aku harap, kebahagiaan juga tak pernah jauh darimu.
Akhirnya kita menemui bahagia dengan jalan yang berseberangan. Tak apa, Badak Jelek, asalkan kita akhirnya bahagia, walau mungkin tidak harus bersama seperti mimpi masa lalu itu.