Tuesday, October 14, 2014

Malam ini sebenarnya aku sedang tidak enak badan. Tapi, tadi sore aku tidak mampu menolak ajakanmu ke bazaar organisasimu. Aku tidak sedikitpun menyesal. Aku bahagia! Bahkan mungkin sesakit apapun aku, jika sudah di sampingmu, aku sembuh. Aku sehat. Sesederhana itu aku bahagia. Karenamu.

Sunday, October 12, 2014

Saturday, October 11, 2014

Kebingunganku

Aku bingung, aku benci merasa terabaikan. Tapi, aku juga tidak bisa mengungkapkan. Oh atau sudah berkali-kali ku ungkapkan tapi kau tak pernah mengerti, atau lupa? Entahlah..
Walau seringkali kecewa-kecewa kecil karena diabaikan itu datang menghampiriku, aku tetap merasa bahagia jika di dekatmu. Bahkan ku pikir aku tak mampu jika hari-hariku tanpa kau.
Jangan seperti ini terus, Sayang. Aku takut perasaanku turut memudar seiring tak dianggapnya ada.

Aku yang Berharap Kau Lihat

Mungkin sepele, tapi dari hal kecil seperti ini bisa menunjukkan seberapa besar aku di dalam hidup kamu. Iya, cinta sejati itu memberi tanpa harus menerima.. Tapi, merasa tidak menjadi bahagiamu itu menyakitkan.. Merasa tidak memberi pengaruh dalam hidup kamu itu mengecewakan. Merasa tidak penting untukmu itu terlalu mengecewakan. Aku kecewa pada diriku sendiri, ternyata usahaku belum sampai pada titik dimana aku bisa membuatmu melihatku. Mungkin keterbatasanku tidak bisa membuatmu melihatku. Entah sampai kapan..

Friday, October 10, 2014

Selamat Malam, Kekasihku!

Selamat malam, Kekasihku! Hari ini aku telah egois padamu. Bahkan untuk diriku sendiri. Aku tidak suka melihatmu sakit, sementara aku selalu ingin bersamamu. Ingin kamu menemaniku. Harusnya hari ini ku biarkan kau istirahat, bukannya malah meminta kau menemaniku ke Takalar. Tapi, entah tadi aku hanya ingin bersamamu lebih lama. Di dekatmu aku bahagia!
Ini pertama kali kau bertemu ayah dan bunda. Surprise! Ayah tak sedikitpun menunjukkan ketidaksenangannya padamu. Apakah seyummu juga mampu menaklukkan hati ayahku? Hehe
Sayang, aku mencintai semuanya kamu! Bahkan dalam keadaan menyebalkan pun perasaanku tidak berubah.
Terima kasih karena kau telah mampu bertahan. Kau kekasih terhebat!
Seringkali aku bertanya, ya dalam hati saja.. Apa aku juga bahagiamu seperti kamu adalah bahagiaku? :(