Saturday, March 16, 2013
Saturday, March 9, 2013
Ini Kisahku, Kisah Kita
Sabtu, 20.34
Sabtu malam kemarin di jam ini, aku sedang bermain Temple Run di pelataran Terminal Kedatangan Bandara Sultan Hasanuddin. Deg-degan. Malu. Gak sabar. Dan kupu-kupu di perutku. Aku lihat pesawatmu terjadwal landing pukul 21.08. Thank God ada Temple Run, sedikit bisa melupakan gugupku dan kupu-kupu di perutku.
21.00 yeah! 8 menit lagi mendarat, aku perkirakan pesawat parkir 10 menit, perjalanan dari pesawat ke terminal kedatangan 10 menit. You text me! Oh tidak selama itu rupanya. You said "panas" -,- i only loughed. Then i call you until i saw you. Oh my God, the butterflies! Stop playing! Kau berjalan keluar. Hihi ini kedua kalinya aku menunggumu di tempat itu! Tapi kali ini beda, kedatanganmu kali ini lebih menyenangkan. "Taxi, Pak" hahahaha i saw you! Masih gak percaya kita bisa ketemu lagi. Pertemuan kali ini beda!
Malam itu ke penginapanmu simpan carriermu. Kita "satnite" di Masgon. Kau tahu, malam itu satnite terindah pertama dalam hidupku. Melihatmu. Dekat. Sangat dekat. Butterflies! Stop!
Setelah makan kau mengantarku pulang. Kau bertemu saudara-saudara seatapku. Haha heeeey kau salah tingkah! Hanya bisa tertawa aku mengingat malam itu :p
Minggu! Harusnya jadwal hari Minggu kita ke TS, tapi malah ke Takalar.
Minggu pagi kita di Losari. Makan bubur. Dan mengalahkanku bermain Tap Tap! Kau selalu menang. Sejak awal kau sudah selalu menang!
Hari itu juga pertama kali membuatkan kopi untukmu. I didnt taste it. Semoga saja benar kau suka. Kau bertemu Cica dan Cici dan Nenek! Haha masih gak percaya bisa seberani ini bertamu dengan seorang cowok ke rumah nenek. Hahaha anggap saja aku sudah dewasa untuk itu. :D
Hari itu kita makan jagung. Ckck jagungnya tidak seenak yang seharusya. Mungkin karena bukan musimnya. Suatu hari nanti kau harus kembali dan makan jagung yang enak! Disana kau bercerita banyak. Dari ceritamu.. Aku bangga padamu. Aku kagum. Kau memang lain! Sholat Dhuhur di Masjid Panaikang. Kau bilang kau senang sholat di setiap masjid, mereka jadi saksi kau pernah ada di tempat itu. :) Kau lain.
Hari itu kita ke pantai Lamangkia. Hhaha sejauh itu kita. Balap lari. Kau menang lgi. Aku senang kau selalu menang. :) Kita pulang. Ingin sekali mengenalkanmu pada bunda. Bunda pasti menyenangkan buatmu. Tapi, aku tak ingin memaksa. Mungkin kau benar. Semua ada waktunya. Telah disiapkan Tuhan waktu terbaik untuk kita.
Perjalanan pulang sangat menyenangkan. Tidak tahu keberanian darimana aku bisa menyandarkan daguku di bahumu. Tuhan! Keberanian darimana bisa sedekat itu denganmu?! butterflies!
Bruuuuukkk! Kita ditabrak dari belakang! Entah bagaimana caranya aku jatuh di kepalamu. Seketika pikiran buruk, sesuatu terjadi dengan leher atau kepalamu, tapi alhamdulillah aku melihatmu berdiri! Yeah kau selalu mengajarkanku bersyukur untuk setiap musibah. Tapi tetap saja aku mengkhawatirkanmu. Tanganmu berdarah. Bahu kananmu sakit. Tapi kau bilang kau tidak apa-apa -,- aku tau kau tangguh. Tapi, harusnya bilang. Syukurlah kita masih bisa melanjutkan perjalanan.
Sore itu kita makan kepiting. Hihi lucu sekali kamu makannya. Harusnya kau lebih lama lagi disini, sampai mahir makan kepiting baru pulang. Kita belum makan ikan sama-sama. Hmm
Senja di Akkarena. Menyenangkan bisa membuat jejak-jejak kaki kita berjalan berdampingan di pinggir pantai itu. Senja memang indah, adanya kamu senja seperti ikut berbahagia bersamaku!
Malam itu kita beli risol mayo. Kamu makan 3! Malam itu kamu makan coto. Rasanya pengen lebih lama lagi sama kamu, tapi harus pulang :(
Besoknyaaaaaa sarapan bareng kamu. Di nasi kuning BTP! Jalan-jalan di MKU, ke atap Baruga, melihat UKM Tari, minum di Jasbog, dan kau memecahkan rekorku di Tap Tap. Kau menang lagi :)
Siang itu makan di ayam penyet belakang kos. Kau bilang makanannya enak :) kau mengantarku ke kampus. Sorenya menjemput lagi. Katamu, biar aku bisa merasakan juga diantar dan dijemput kamu ke kampus :) aku suka caramu.
Sore di Pettarani minum air kelapa muda. Kau tidak begitu suka isinya. Biar aku! :)
Malamnya nonton Warm Body sama kamu. Duduk berdampingan sama kamu rasanya gimana ya.. Butterflies, heart beats fast, and nervous neuron kerjasama yang baik -,-
And then.. Kita di KFC sekarang! Kamu makan super besar. Minum air aqua karena Pepsimu aku yang minum. malam itu kau pasti capek, sampai flu begitu. Tapi.. Bukan KFCnya. Bukan makanannya. Bukan soal pepsimu yang ku minum. Ini soal pernyataan dan tawaranmu. Aku terlalu gugup dan bahagia malam itu. Caramu.. Selalu aku suka! Kau menawarkan hubungan serius.. Aku gak tau mau ngomong apa. Aku hanya.. Aku hanya bahagia! Hari itu Senin, 4 Maret di KFC MaRI. Malam itu malam yang gak akan pernah aku lupakan. Matamu. Caramu melihat aku. Aku suka! Suka sekali..
Besoknya kau pulang :'( kamu pulang, tapi sepenuhnya harap aku biarkan pergi bersamamu. Sekarang aku tahu, hatiku telah ku percayakan padamu. Bahagiaku. Harapanku. Mimpiku. Aku sayang kamu. Aku butuh kamu.
Ini bulan ke-5 kita kenal. Secepat itu kau bikin aku percaya! Aku sayang sama kamu. Sayaaaaang sekali :')
Sabtu malam kemarin di jam ini, aku sedang bermain Temple Run di pelataran Terminal Kedatangan Bandara Sultan Hasanuddin. Deg-degan. Malu. Gak sabar. Dan kupu-kupu di perutku. Aku lihat pesawatmu terjadwal landing pukul 21.08. Thank God ada Temple Run, sedikit bisa melupakan gugupku dan kupu-kupu di perutku.
21.00 yeah! 8 menit lagi mendarat, aku perkirakan pesawat parkir 10 menit, perjalanan dari pesawat ke terminal kedatangan 10 menit. You text me! Oh tidak selama itu rupanya. You said "panas" -,- i only loughed. Then i call you until i saw you. Oh my God, the butterflies! Stop playing! Kau berjalan keluar. Hihi ini kedua kalinya aku menunggumu di tempat itu! Tapi kali ini beda, kedatanganmu kali ini lebih menyenangkan. "Taxi, Pak" hahahaha i saw you! Masih gak percaya kita bisa ketemu lagi. Pertemuan kali ini beda!
Malam itu ke penginapanmu simpan carriermu. Kita "satnite" di Masgon. Kau tahu, malam itu satnite terindah pertama dalam hidupku. Melihatmu. Dekat. Sangat dekat. Butterflies! Stop!
Setelah makan kau mengantarku pulang. Kau bertemu saudara-saudara seatapku. Haha heeeey kau salah tingkah! Hanya bisa tertawa aku mengingat malam itu :p
Minggu! Harusnya jadwal hari Minggu kita ke TS, tapi malah ke Takalar.
Minggu pagi kita di Losari. Makan bubur. Dan mengalahkanku bermain Tap Tap! Kau selalu menang. Sejak awal kau sudah selalu menang!
Hari itu juga pertama kali membuatkan kopi untukmu. I didnt taste it. Semoga saja benar kau suka. Kau bertemu Cica dan Cici dan Nenek! Haha masih gak percaya bisa seberani ini bertamu dengan seorang cowok ke rumah nenek. Hahaha anggap saja aku sudah dewasa untuk itu. :D
Hari itu kita makan jagung. Ckck jagungnya tidak seenak yang seharusya. Mungkin karena bukan musimnya. Suatu hari nanti kau harus kembali dan makan jagung yang enak! Disana kau bercerita banyak. Dari ceritamu.. Aku bangga padamu. Aku kagum. Kau memang lain! Sholat Dhuhur di Masjid Panaikang. Kau bilang kau senang sholat di setiap masjid, mereka jadi saksi kau pernah ada di tempat itu. :) Kau lain.
Hari itu kita ke pantai Lamangkia. Hhaha sejauh itu kita. Balap lari. Kau menang lgi. Aku senang kau selalu menang. :) Kita pulang. Ingin sekali mengenalkanmu pada bunda. Bunda pasti menyenangkan buatmu. Tapi, aku tak ingin memaksa. Mungkin kau benar. Semua ada waktunya. Telah disiapkan Tuhan waktu terbaik untuk kita.
Perjalanan pulang sangat menyenangkan. Tidak tahu keberanian darimana aku bisa menyandarkan daguku di bahumu. Tuhan! Keberanian darimana bisa sedekat itu denganmu?! butterflies!
Bruuuuukkk! Kita ditabrak dari belakang! Entah bagaimana caranya aku jatuh di kepalamu. Seketika pikiran buruk, sesuatu terjadi dengan leher atau kepalamu, tapi alhamdulillah aku melihatmu berdiri! Yeah kau selalu mengajarkanku bersyukur untuk setiap musibah. Tapi tetap saja aku mengkhawatirkanmu. Tanganmu berdarah. Bahu kananmu sakit. Tapi kau bilang kau tidak apa-apa -,- aku tau kau tangguh. Tapi, harusnya bilang. Syukurlah kita masih bisa melanjutkan perjalanan.
Sore itu kita makan kepiting. Hihi lucu sekali kamu makannya. Harusnya kau lebih lama lagi disini, sampai mahir makan kepiting baru pulang. Kita belum makan ikan sama-sama. Hmm
Senja di Akkarena. Menyenangkan bisa membuat jejak-jejak kaki kita berjalan berdampingan di pinggir pantai itu. Senja memang indah, adanya kamu senja seperti ikut berbahagia bersamaku!
Malam itu kita beli risol mayo. Kamu makan 3! Malam itu kamu makan coto. Rasanya pengen lebih lama lagi sama kamu, tapi harus pulang :(
Besoknyaaaaaa sarapan bareng kamu. Di nasi kuning BTP! Jalan-jalan di MKU, ke atap Baruga, melihat UKM Tari, minum di Jasbog, dan kau memecahkan rekorku di Tap Tap. Kau menang lagi :)
Siang itu makan di ayam penyet belakang kos. Kau bilang makanannya enak :) kau mengantarku ke kampus. Sorenya menjemput lagi. Katamu, biar aku bisa merasakan juga diantar dan dijemput kamu ke kampus :) aku suka caramu.
Sore di Pettarani minum air kelapa muda. Kau tidak begitu suka isinya. Biar aku! :)
Malamnya nonton Warm Body sama kamu. Duduk berdampingan sama kamu rasanya gimana ya.. Butterflies, heart beats fast, and nervous neuron kerjasama yang baik -,-
And then.. Kita di KFC sekarang! Kamu makan super besar. Minum air aqua karena Pepsimu aku yang minum. malam itu kau pasti capek, sampai flu begitu. Tapi.. Bukan KFCnya. Bukan makanannya. Bukan soal pepsimu yang ku minum. Ini soal pernyataan dan tawaranmu. Aku terlalu gugup dan bahagia malam itu. Caramu.. Selalu aku suka! Kau menawarkan hubungan serius.. Aku gak tau mau ngomong apa. Aku hanya.. Aku hanya bahagia! Hari itu Senin, 4 Maret di KFC MaRI. Malam itu malam yang gak akan pernah aku lupakan. Matamu. Caramu melihat aku. Aku suka! Suka sekali..
Besoknya kau pulang :'( kamu pulang, tapi sepenuhnya harap aku biarkan pergi bersamamu. Sekarang aku tahu, hatiku telah ku percayakan padamu. Bahagiaku. Harapanku. Mimpiku. Aku sayang kamu. Aku butuh kamu.
Ini bulan ke-5 kita kenal. Secepat itu kau bikin aku percaya! Aku sayang sama kamu. Sayaaaaang sekali :')
Wednesday, March 6, 2013
4 Maret
Malam itu dia akhirnya menawarkanku sebuah komitmen. Aku diam. Aku coba bicara, tapi detak jantungku serasa lebih keras. Aku bahagia! Aku yakinkan perasaanku. Meyakinkan diriku, dia tidak akan menyakitiku. Aku percaya. Dan ya, aku mau! Aku sayang dia! Sayang dia! Tuhan, berharap Kau menyelamakan ini.
Monday, February 18, 2013
Jika
Jika kau adam yang memilihku sebagai hawamu, maka saat itu juga jalan tertutup rapat untuk adam yang lain. Ku ingin bersamamu lebih lama lagi, selama mungkin jika selamanya tak mungkin.
Jika
Jika kau adam yang memilihku sebagai hawamu, maka saat itu juga jalan tertutup rapat untuk adam yang lain. Ku ingin bersamamu lebih lama lagi, selama mungkin jika selamanya tak mungkin.
Tuesday, February 5, 2013
Part 3
Pagi itu sangat sejuk, dingin menusuk tulang. Bunga mawar
merah di depan rumah Mas Anton sedang centilnya bermekaran. Cantik.
Bermain-main dengan mawar itu, mengabadikan anggunnya dengan kamera yang saat
itu ku bawa. Kabut yang masih tebal menutupi pandanganku ke dataran yang lebih
rendah, kebetulan rumah Mas Anton ini di dataran yang lebih tinggi. Aku senang
dengan suasana pagi ini. Mengingat pagi itu sudah lumayan terang, aku melirik
jam tanganku (Jam yang kau berikan padaku hari itu), untuk sekedar tahu jam berapa sekarang. Aku jadi ingat padamu. Sepagi
ini kau belum datang. Ku kumpulkan niat menuju kamar mandi, lalu setelah mandi
mengemasi barang-barangku yang tidak sempat aku kemas malam tadi karena
kelelahan. Setelah semua beres, aku memutuskan untuk duduk santai di ruang
tamu, tersirat, aku menunggumu. Tidak terlalu lama aku berbasa-basi duduk di
ruang tamu itu menunggui yang lain selesai bersiap-siap, akhirnya kau datang.
Mendengar suaramu, Lina langsung keluar menyapamu. Aku hanya tersenyum waktu
itu, sedikit ikut dalam basa-basi itu. Bahagia itu sangat gamblang terlihat di
wajah Lina. Dia menyukaimu.
Akhirnya semua selesai berkemas, kalian mengantar kami ke
Jl. Bunga Merah, tempat berkumpul kegiatan yang aku ikuti bersama teman-teman
dari Makassar. Kau bersama Wulan, aku bersama Mas Anton. Yang lain entahlah,
aku lupa. Setibanya disana, setelah memberikan tanggung jawab itu kepada Wulan
untuk membereskan administrasi, aku bergegas menemui kalian. Karena pagi itu
belum sempat sarapan dan belum membeli cemilan untuk perjalanan dan kegiatan
kami, aku berinisiatif untuk pergi membelinya untuk anak-anak. Tapi, Mas Anton sudah pergi lebih dulu membeli
pesanan Lina. Well, besar peluangku untuk bisa pergi bersamamu, Wulan
menitipkan untuk membeli susu. Pagi itu, untuk keduakalinya kau memboncengku, aku
merasakan ribuan kupu-kupu menari di perutku. Entah perasaan macam apa lagi
itu! Sepanjang perjalanan yang sangat pendek, ya pendek, karena hanya berjarak
beberapa puluh dari tempatku tadi. Tibalah kami di minimarket itu. Aku membeli
pesanan Wulan dan beberapa kebutuhanku, beberapa susu kotak, tela, coklat, dan
air mineral. Kau membantuku membawa belanjaan itu. Lumayan berat. Aku ingat
saat itu kau yang memakaikan helmet itu ke atas kepalaku, kedua tanganku
menenteng belanjaan. Seketika aku merasakan kupu-kupu itu menari-nari lagi di
perutku. Hhmm..
Matahari sudah meninggi, rombongan bersiap-siap berangkat.
Aku ingat, pagi itu beberapa dari kalian termasuk kau harus berangkat ke lokasi
praktek lapang. And then, we seperated. For two days only.
Dua hari mengikuti kegiatan di Batu waktu terasa sangat
lama. Ku lalui kegiatan itu terlihat senormal mungkin, walau tidak seperti
biasanya, aku selalu bisa menjadi inti di kegiatan karantina semacam ini. Ya,
sebut saja karantina. Haha! Tapi, saat itu semua terlihat tidak begitu menarik,
tapi aku juga tidak mengatakan bahwa semuanya tidak menarik. Beberapa menarik,
berjalan diatas bara apa misalnya. Dua hari itu terasa sangat lama, pergerakan
jarum pendek pada jam tangan yang diberikannya saat itu, yang tak pernah luput
dari ingatanku untuk memakainya, terasa sangat lambat pergerakannya. Sampai akhirnya
tibalah di acara penutup. Tak bisa dipungkiri, teman-teman disana lumayan menyenangkan,
walau ada yang lebih menyenangkan dibanding apapun di dunia ini saat itu.
Kembali ke Malang.
Sesampainya di tempat berkumpul kemarin, aku sudah melihat
kau dan yang lainnya menunggu. Sesaat aku merasakan kupu-kupu itu menari lagi. Yang
tak ku duga, malam itu aku duduk di boncenganmu. What a night! Perfect night. Sayangnya
sebentar dini hari aku dan teman-temanku sudah harus meninggalkan Malang menuju
bandara. Tulangku seperti remuk, kurang tidur. Tapi, malam itu ku putuskan
untuk tidak tidur, matapun bekerja sama untuk tidak berat malam itu. Aku
menghabiskan malam itu, anggap saja
hanya ada aku dan kau dan modul praktikumku malam itu. Malam yang sangat
menyenangkan, tak akan terlupakan!
To be continued..
Subscribe to:
Posts (Atom)